Luwu Timur, potretlutim.com — Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Luwu Timur mendapat perhatian khusus dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 20 Oktober 2025 menunjukkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 turun menjadi 18,55 ribu jiwa, atau berkurang sekitar 2,15 ribu jiwa dibandingkan tahun sebelumnya. Persentasenya pun turun dari 6,55 persen menjadi 5,79 persen.

Anggota DPRD Luwu Timur, Muh Iwan, menyambut baik capaian tersebut. Ia menilai penurunan angka kemiskinan tidak terlepas dari sinergi kebijakan yang dijalankan bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan di Luwu Timur.

“Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan para stakeholder berjalan efektif. Penurunan angka kemiskinan adalah bukti bahwa kebijakan yang diambil selama ini benar-benar menyentuh masyarakat,” kata Muh Iwan.

Menurutnya, DPRD Luwu Timur terus mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada pengentasan kemiskinan, mulai dari penguatan sektor ekonomi masyarakat, peningkatan pelayanan dasar, hingga optimalisasi anggaran untuk program pemberdayaan.

“Kami di DPRD selalu mengawal program-program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, baik melalui regulasi maupun pengawasan anggaran. Komitmen ini yang terus kami jaga,” tegasnya.

Sementara itu, data BPS menunjukkan bahwa tren penurunan kemiskinan di Luwu Timur berlangsung cukup konsisten dalam delapan tahun terakhir. Meski sempat meningkat pada 2021 dan 2023, jumlah penduduk miskin kembali turun signifikan pada 2025.

Kepala BPS Luwu Timur, Muh Husri Harta Saham, menjelaskan bahwa pada 2018 jumlah penduduk miskin berada di angka 21,15 ribu jiwa, kemudian menurun secara bertahap hingga 2025.

Garis kemiskinan sendiri terus mengalami kenaikan, termasuk kenaikan terbesar pada 2023 sebesar 11,17 persen, sebelum mencapai Rp469.563 per kapita per bulan pada 2025.

Muh Iwan menambahkan, capaian ini harus dijadikan motivasi untuk terus memperkuat kebijakan berkelanjutan. “Meski angkanya turun, pekerjaan kita belum selesai.

DPRD akan terus mendorong program yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, terutama di desa-desa,” ujarnya.

Ia berharap tren positif tersebut tidak hanya bertahan, tetapi semakin membaik di tahun-tahun mendatang. “Kesejahteraan masyarakat adalah prioritas kami. Kolaborasi harus terus diperkuat agar penanggulangan kemiskinan semakin efektif,” tutupnya. (Cl/Red)