Luwu Timur, potretlutim.com — Di balik pengelolaan tambang eks PT Vale Indonesia di Blok Bulu Balang, terselip kisah yang lebih menarik dari sekadar urusan bijih nikel dan investasi: anak mantan Bupati Luwu Timur ikut duduk di kursi empuk komisaris.
Adalah Muhammad Arya Rumanga Andi Baso, putra dari Budiman Andi Baso, mantan Bupati Luwu Timur periode 2021–2024.
Namanya tercatat resmi sebagai Komisaris di jajaran pengurus PT Sulawesi Damai Mineral (SDM), perusahaan yang kini mengelola blok Bulu Balang seluas 1.665 hektare, bekas wilayah operasi raksasa tambang PT Vale Indonesia Tbk.
Menariknya, penyusunan struktur kepengurusan dan pembagian saham PT SDM ini dilakukan justru saat Budiman masih menjabat sebagai Bupati Luwu Timur.
PT SDM sendiri merupakan perusahaan patungan alias joint venture antara PT Sulsel Citra Indonesia (SCI), perusahaan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan PT Ifishdeco Tbk, perusahaan tambang yang sudah lama beroperasi di Sulawesi Tenggara.
Dalam keputusan resmi Menteri Investasi dan Hilirisasi / Kepala BKPM Nomor 32/1/IUP/PMDN/2024 tertanggal 11 Desember 2024, PT SCI mendapat porsi saham 51 persen, sementara PT Ifishdeco Tbk menggenggam 49 persen.
Tapi di tengah pembagian saham bernilai besar itu, nama Kabupaten Luwu Timur, sebagai daerah penghasil, justru tak tercantum sebagai pemegang saham.
“Kita (Pemda Luwu Timur) tidak mendapatkan saham secara tertulis di dua blok, Bulu Balang dan Lingke. Tapi, kita dapat jatah direksi, Pak,” ujar I Ketut Riawan, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekban) Pemkab Luwu Timur, Jumat (7/11/2025).
Dengan kata lain, daerah penghasil tak dapat bagian saham, tapi anak mantan bupati justru dapat posisi komisaris.
Berikut susunan lengkap pengurus PT Sulawesi Damai Mineral (SDM):
M Taufiq Nahwi Rasul (Direktur Utama)
Mustakim (Direktur)
Agus Prasetyono (Direktur)
Muhyi Ramli (Direktur)
Witman Budiarta (Direktur)
Daven Daniel Salim (Komisaris Utama)
Barlian Dwinagara (Komisaris)
Drs. Abd Azis, MM (Komisaris)
Muhammad Arya Rumanga Andi Baso (Komisaris)
Prof. Dr. Ir. Abrar Saleng (Komisaris)
Blok Bulu Balang bukan tambang sembarangan. Ia bagian dari wilayah eksplorasi lama PT Vale Indonesia, perusahaan multinasional asal Brasil yang sudah puluhan tahun menambang nikel di Sulawesi.
Kini, pengelolaannya berpindah tangan ke PT SDM, perusahaan baru yang membawa wajah lama kekuasaan lokal. (Red)



